Get Adobe Flash player
JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB

Dunia Islam

Islam Di Eropa : Jumlah Muallaf Di Perancis Semakin Meningkat

Menurut Harian New York Times (4/2/13), jumlah orang yang pindah agama (ke Islam) di Perancis semakin meningkat setiap tahunnya.

Selasa, 5 Februari 2013 07:05 Fath|
Islam Di Eropa : Jumlah Muallaf  Di Perancis Semakin Meningkat
Masjid Agung Paris-Grande Mosquée de Paris (Foto: Wikipedia)
Paris,Pelitaonline

Sejak runtuhnya menara kembar “World Trade Centre” di New York , AS (9/9/11 ) lalu, Islam dan umat muslim  menjadi sasaran kemarahan, bahkan cacian, utamanya  di AS dan negara-negara Barat lainnya. Pasalnya, tragedi yang menewaskan ribuan orang itu dituduhkan kepada Osama Ben Laden, kelompok Islam, jaringan Al-Qaedah. Tetapi, dibalik peristiwa tersebut, justru semakin banyak orang yang ingin mengetehui dan mempelajari Islam.

Menurut Harian New York Times (4/2/13), jumlah orang yang pindah agama (ke Islam) di Perancis semakin meningkat setiap tahunnya.

Setiap tahun sekitar 150 upacara konversi dilakukan di masjid Sahabat di Créteil, Paris. dengan mosaik yang unik  dan sebuah menara 81-kaki yang menakjubkan. Masjid tersebut dibangun pada tahun 2008 dan menjadi simbol kehadiran Islam yang terus berkembang di Perancis.

Di antara mereka yang datang ke sini untuk salat Jumat sangat banyak, termasuk para pemuda mantan penganut agama  Katolik Roma, mengenakan topi tradisional muslim dan jubah panjang untuk menunaikan shalat atau doa, Tulis The New York Times.

Sementara jumlah muallaf masih relatif kecil di Perancis, namuan konversi ke Islam dalam dalam 25 tahun terakhir mengalami peningkatan dua kali lipat.

Menurut seorang penanggung jawab isu-isu keagamaan di Kementerian Dalam Negeri,  Bernard Godard, dari enam juta umat muslim di Perancis, sekitar 100.000 orang adalah mualaf, dan ini mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 1986 yang hanya sekitar 50.000 orang. Asosiasi muslim mengatakan jumlah mualaf sekitar 200.000 orang.

Hanya saja, Prancis yang memiliki populasi sekitar 65 juta jiwa, mendefinisikan dirinya sebagai negara sekuler dan tidak memiliki statistik resmi mengenai jumlah penduduk atas dasar ras maupun keyakinan.

Para ahli berpendapat hal itu menimbulkan tantangan yang juga meningkat bagi Perancis, di mana pemerintah dan sikap publik terhadap Islam yang canggung dan kerap bermusuhan.

Pada bulan Oktober tahun lalu, polisi Prancis melakukan serangkaian serangan antiterorisme di seluruh Perancis. Akibatnya, 12 orang ditangkap, termasuk tiga warga Prancis yang baru saja masuk Islam.

”konversi - pindah agama selalu berlebihan jika mereka ingin diterima" sebagai muslim, sehingga lebih sering mengarah ke ekstremisme”, kata Didier Leschi, penanggung jawab isu-isu keagamaan di Kementerian Dalam Negeri di bawah Presiden Nicolas Sarkozy.

Menurut New York Times, ada kekhawatiran yang terus-menerus bahwa penjara Perancis menjadi lahan subur bagi konversi dan radikalisme Islam.

"Fenomena konversi tumbuh signifikan dan menakjubkan, terutama sejak tahun 2000," kata Bernard Godard, yang bertanggung jawab atas isu-isu agama di Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Godard, mantan perwira intelijen  itu mengatakan baghwa  konversi telah berubah.

”Konversi untuk menikah telah lama dan cukup umum di Perancis, tetapi semakin banyak anak muda sekarang yang melihat konversi akan lebih baik sebagai integrasi sosial dalam lingkungan di mana Islam adalah dominan,” kata Godard.

Para ahli mengatakan bahwa Konversi-pindah agama banyak dilakukan pemuda berusia di bawah  40 tahun, dan seringkali mereka dilahirkan di bekas koloni Perancis di Afrika atau wilayah lain di luar negeri.

Charlie-Loup, 21, seorang mahasiswa dari dekat St-Maur-des-Fossés, memeluk Islam pada usia 19, setelah remaja itu bermasalah dan menghadapi hubungan yang tegang dengan ibunya. Ia dibesarkan dalam Katolik Roma, tetapi memiliki teman-teman muslim di sekolah.

"Konversi telah menjadi fenomena sosial di sini," kata Chalie, meminta agar nama keluarganya tidak digunakan karena ia menganggap pindah agama atas  inisiatif pribadi, dan tidak ingin menarik perhatian pada dirinya. Beberapa orang yang pindah agama ke Islam hanya "ingin tahu," tegasnya. (Sumber : New York Times)

Dibaca 4265 kali

Pelita Online hari ini
Tinggalkan komentar....
Dunia Islam
Oposisi Suriah Ambil Alih Kota Raqqa

Oposisi Suriah Ambil Alih Kota Raqqa

PASUKAN oposisi Suriah Senin kemarin mengambil alih wilayah timur laut kota Raqqa, menangkap kepala keamanan negara setempat serta menurunkan patung Hafiz al-Assad, ayah dari diktator Bashar al-Assad.